Supply Chain Management

Metode Pengendalian Persediaan

Pelajari bagaimana kami mengimplementasikan berbagai algoritma cerdas ke dalam sistem informasi pergudangan untuk digitalisasi Bisnis UMKM dan penyelesaian Tugas Akhir IT Anda.

Metode & Algoritma SCM Populer

Klik pada setiap metode di bawah ini untuk mempelajari definisi, rumus matematis, beserta implementasi study case-nya.

EOQ adalah metode penghitungan matematis yang digunakan untuk menentukan jumlah pemesanan bahan baku paling optimal. Tujuannya adalah meminimalkan total biaya persediaan, yang terdiri dari biaya pesan dan biaya simpan.

RUMUS
EOQ = √ ( (2 * R * S) / (P * I) ) // Keterangan:
  • R = Total kebutuhan barang per periode
  • S = Biaya pemesanan setiap kali pesan
  • P = Harga beli per unit barang
  • I = Persentase biaya penyimpanan

Study Case Skripsi / UMKM

Pembuatan Sistem Informasi Inventory pada Gudang Swalayan atau Apotek. Aplikasi akan secara otomatis merekomendasikan: "Berapa banyak kotak obat yang harus dibeli ke supplier bulan ini agar paling hemat biaya?".

ROP menentukan titik aman kapan pesanan bahan baku harus segera dilakukan lagi. Jika stok di gudang sudah menyusut menyentuh angka ROP, maka aplikasi harus mengirim notifikasi pengingat ke admin gudang.

RUMUS
ROP = (d * L) + SS // Keterangan:
  • d = Rata-rata pemakaian barang per hari
  • L = Lead time (Waktu pengiriman dari supplier)
  • SS = Safety Stock (Stok pengaman)

Study Case Skripsi / UMKM

Sering dikawinkan dengan algoritma EOQ. Misalnya pada toko bangunan: ketika stok semen menyentuh sisa 50 sak (hasil perhitungan ROP), sistem akan memunculkan alert warna merah berbunyi peringatan "Segera Restock Semen!".

Safety Stock adalah persediaan ekstra yang harus disiapkan di gudang untuk mencegah terjadinya kehabisan stok (Stockout) akibat lonjakan permintaan tak terduga atau telatnya kurir pengiriman.

RUMUS
SS = (Pemakaian Maksimal - Rata-rata Pemakaian) * L // Keterangan:
  • Data historis pemakaian maksimal per hari
  • Data rata-rata pemakaian normal per hari
  • L = Lead Time (Waktu pengiriman)

Study Case Skripsi / UMKM

Toko sparepart motor sering kehabisan oli saat musim mudik lebaran. Menggunakan algoritma Safety Stock, sistem inventori mereka dapat menjamin ketersediaan barang di musim puncak tanpa khawatir menyetok barang hingga gudang overload di bulan biasa.

JIT adalah filosofi manajemen inventori ekstrem di mana bahan baku hanya dipesan dan akan tiba tepat pada saat lini produksi membutuhkannya. Tujuannya mereduksi, bahkan menghilangkan kebutuhan ruang gudang dan kerugian akibat limbah kadaluarsa.

Study Case Skripsi / UMKM

Sangat cocok untuk bisnis kuliner seperti Katering, Pabrik Roti Fresh, atau Perakitan PC. Daripada menyetok telur/daging hingga busuk, sistem akan mengirimkan PO (Purchase Order) otomatis ke supplier telur tepat H-1 sebelum jadwal produksi masakan dijalankan keesokan harinya.

Butuh Bantuan Implementasi Algoritma SCM?

Jangan buang waktu coding dari nol. Tim Sobat Scalify siap merancang, menterjemahkan rumus matematis ke dalam barisan kode, hingga membangun aplikasi End-to-End yang rapi untuk Skripsi maupun Bisnis Anda.

Konsultasi Project Sekarang
✨ Konsultasi dengan Scalify AI